Rabu, 16 Oktober 2013

SEJARAH KEPERAWATAN

Sejarah keperawatan adalah pengetahuan yg menggambarkan perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan dalam bidang keperawatan . Sejak zaman dahulu sampai zaman sekarang. 
Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. Perkembangan dipengaruhi oleh Perawatan dan pengobatan zaman purba. Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan “merawat” dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à “mother instinct” (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah. Perawatan dan pengobatan secara praktis telah dilakukan oleh orang-orang primitive, misalnya : Merawat dan mengobati luka-luka, Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atau perawatannya dengan menggunakan air (kompres), Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam, Menhentikan pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas, Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit.
A. SEJARAH KEPERAWATAN DI DUNIA
        Pada zaman Purbakala pekerjaan keperawatan dianggap suatu pekerjaan yg biasa,tapi saat sekarang keperawatan bukanlah suatu pekerjaan yg dapat dilakukan begitu saja,tetapi memerlukan suatu keahlian dan keprofesionalan (perawat itu adalah profesional).
       Sejarah Keperawatan yg ada di dunia terbagi dalam empat zaman :
  1. Zaman Purbakala    : 5000 SM – 476 M
  2. Zaman pertengahan   :    476 M – 500 M
  3. Zaman Batu              : 1600  M – 1800 M
4. Zaman Modern    : 1800 M – Sekarang
1. SEJARAH KEPERAWATAN ZAMAN PURBAKALA(5000 SM-476 M)
Keperawatan dan pengobatan pada zaman ini disebut keperawatan  dan pengobatan zaman primitif. Pekerjaan keperawatn pada zaman ini berdasarkan pada Mother Instinc (naluri keibuan),pengobatan dan perawatan dilaksanakan hanya berdasarkan instinct atau naluri saja,sama sekali tidak berdasarkan  pengetahuan dan keterampilan yang profesional.
Perawatan yg berdasarkan naluri keibuan dilakukan secara alami yang hanya berfokus pd jenis pemeliharaan . Contoh :
-        seorang wanita secara naluri melaksanakan perawatan pada anaknya yang baru lahir dan dapat melindungi dengan sebaik-baiknya.
-        seorang wanita dapat memberikan pertolongan pada wanita yang akan melahirkan bayinya hanya berdasarkan naluri keibuannya saja  tidak berdasarkan teori tetang menolong persalinan,
Pekerjaan perawatan pada zaman ini(primitif) diserakan pada wanita-wanita di rumah dan tidak ada perbedaan antara tindakan perawatan dan tindakan pengobatan,sedangkan pada masa sekarang ini terdapat batas yang tegas antara kedua profesi tersebut.
        Selanjutnya perawatan yang berdasarkan naluri keibuan meningkat menjadi perawatan secara praktis. Ini disebabkan karena semakin banyaknya orang-orang yg mendapat kecelakaan dan menderita penyakit yg perlu mendapatkan perawatan. Pd waktu itu org telah mengenal beberapa tindakan keperawatan seperti,bila ada org terjatuh maka dilakukan tindakan : pengurutan atau massage,diberikan kompres hangat bila org sakit perut,kompres dingin  bila org mengalami peningkatan suhu badan dan minum banyak, dan sebelum minuman itu diberikan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera.
       Pd zaman primitif ini berdasarkan pengalaman ,mereka dpt menghentikan perdarahan luka dg batu yg panas atau dpt membuka abses dg batu-batu yg tajam.
       Pd zaman ini telah dikenal pula istilah pengobatan secara transmigrasi(pengobatan secara pemindahan),mis : seorg wanita yg sulit melahirkan,maka dianjurkan untuk memakai ikat pinggang dari ibu yg mudah sewaktu melahirkan,maksudnya agar ibu yg akan melahirkan mendapat kemudahan yg sama seperti yg dialami oleh ibu tadi.
        Ada lagi yg disebut pengobatan dan perawatan secara “galemien”,yaitu menggunakan daun-daunan untuk mengusit setan atau roh-roh halus atau setan-setan.
Pada waktu itu org-org menganut agama atau kepercayaan yg pertama,yakni “Animisme”,yg berasal dari bahasa latin “Anima”berarti roh atau arwah dan “Isme”yg berarti alirah atau kepercayaan. Animisme yg berarti perawatan berdasarkan agama atau kepercayaan terhadap kekuatan alam yg dianggap spiritual.
       Pada waktu itu or g beranggapan bahwa pohon,air dan angin topan mempunayi kekuatan gaib. Matahari,bulan dan bintang adalah sesuatu yg berjiwa dan berkuasa dan kepadanya merekaucapkan rasa syukur,mereka membawa sesajian untuk meminta perlindungan dari mara bahaya atau sebagai tanda terima kasih karena sembuh dari penyakit.
Kemudian org-org percaya bahwa org sakit karena kemurkaan dewa-dewa,maka ia harus dipuja,disembah,org sakit dibawa ke Kuil yg dianggap sebagai RS yg pertama.
a.   Zaman kerajaan Babilonia(Raja Hamurabi)
      Ilmu pengetahuan ttg anatomi dan obat-obat ramuan sejak 680 SM,telah mengetahui cara menahan darah yg keluar dari hidung dan cara merawat jerawat pd muka. Mereka menyembah dewa sebagai dewa org sakit,yakni : Orisis,Isis dan Serapis (Dewa matahari).
b.   Zaman Kerajaan Herbrow Kuno
       Dia percaya pada Dewa “Yahweh”,disampaikannya dalam perjanjian lama,masyarakat meyakini bahwa kemalangan dan penyakit merupakan kemurkaan Tuhan. Salah satu ajaran agama mereka dianjurkan agar merawat org sakit seperti merawat saudara sendiri,dan merupakan suatu keharusan untuk memberi bantuan,memperbanyak kunjungan pd org-org sakit dan yg memerlukan pertolongan.
Pada saat itu mereka telah mengenal prinsip dan pelaksanaan hygiene dan sanitasi.Mereka telah berpikir bagaimana cara mencegah penyakit menular,yakni dg membakar pakaian si penderita,membakar rumah yg menderita penyakit menular tsb. Atau dengan menyikat barang-barang serta ruangan yg pernah digunakan oleh penderita.
        Tindakan keperawatan dikerjakan di kuil oleh seorang tabib yg disebut “Physician” yg merupakan dokter pertama bagi bangsa Mesir. Perawatan juga dikerjakan oleh budak laki-laki dan wanita pd bangunan yg menyerupai RS.
        Ilmu ketabiban,terutama ilmu bedah telah diketahui oleh bangsa mesir sejak zaman Purba(4800 SM),para tabib menggunakan Bidai(spalk),alat-alat pembalut,telah mengetahui anatomi dan fisiologi.
Ilmu obat-obatan juga telah diketahui oleh bangsa mesir sejak 14 abad SM. Pada kitab Papyrus memuat 700 macam resep obat-obatan yg berasal dari tumbuh-tumbuhan,binatang dan meneral(garam-garaman).
c. Penyembuhan Penyakit Di China
          Sebelum tahun 2000 SM,di Tiongkok dikenal adanya pembedahan mayat (sectio mayat) dan mempelajari ttg peredaran darah yg ditekankan pd keadaab denyut nadi. Mereka juga telah melakukan pemeriksaan pd pasien dg cara : melihat (inspeksi),mendengar(auskultasi),meraba(palpasi) dan mengetuk(perkusi). Untuk mengatasi demam yakni dengan sistim mandi,massage atau mengurut.
         Pd 2800 thn SM,seorang yg bernama Seng Lung ,beliau dikenal sebagai bapak pengobatan telah menggunakan obat dari tumbuh-tumbuhan,misalnya : lumut laut yg mengandung
Yodium digunakan untuk obat gondok,sayuran berwarna untuk penambah darah.
Kemajuan kesehatan di Tiongkok mengalami hambatan karena adanya kepercayaan bahwa org sakit itu karena kemasukan setan,sehingga org sehat takut menjamah si sakit jangan sampai ia pun kemasukan setan.
2. SEJARAH KEP.ZAMAN PERTENGAHAN (476 M – 1500 M)
     a. Pengaruh Perang Salib terhadap Perawatan.
         Akibat peperangan menyebabkan banyak kesulitan yang dialami,seperti : kelaparan,bermacam-macam penyakit dan luka akibat pertempuran,maka didirikan RS untuk t4  perawatan. Perawatan saat itu dilakukan oleh orde-orde agama dan para rohaniawan. Ada beberapa organisasi yg terbentuk saat itu dan mendirikan RS,seperti di Yerusalem,  di Palestina.
Tahun 1370 berdiri organisasi “lazaris” yg bertujuan untuk menolong dan merawat penderita Lepre,RSnya disebut “Lazaret”,Pimpinannya adalah seorang bangsawan mantan penderita Lepra. Organisasi ini bubar setelah Eropa dinyatakan bebas dari Lepra.
       Perkembangan kep.yg terjadi adalah P3K yg berdasarkan kesosialan dan kewajiban agama,orang-orangnya adalah :
1) Fransiscus dari italia
     Jasa-jasanya : berbaur dg pasien Lepra yg hidupnya diasingkan,mendorong org lain masuk ke dalam klp sosial, pengikutnya adalah “clara”,mendirikan organisasi yg pengikutnya berjanji untuk hidup sengsara demi kepentingan org sakit. Setelah fransiscus wafat di usia 44 thn,maka usahanya dilanjutkan oleh “clara”
2) Elizabeth dari Hongaria.
     Jasa-jasanya merawat penderita kusta di rumah sendiri, mendirikan RS,antara lain :
a)     RS. Santa Ana untuk umum
b)    RS. Reinhart untuk penderita Kusta yg tdk bisa sembuh
b. RS. YG Penting Pada Zaman Pertengahan
1)  Hotel Dieu di Lion
            Didirikan oleh Clovis dan merupakan RS lengkap dan terbesar di Prancis,berkapasitas 500 penderita dg 100 tempat tidur,memiliki bangsal isolasi dan susunan organisasi RS yg lengkap
2)  Hotel Dieu diParis
      Bekerja berdasarkan kesosialan
3)  RS. Bartholomeus di London
     Berdiri tahun 1123,mula-mula  hanya merawat org miskin, kemudian untuk umum yg dilakukan oleh anggota perawatan umum dan disinilah Florence Nightingale memulai kariernya memperbaiki perawatan.
c. Pengobatan Zaman Pertengahan
    Mengalami kemunduran disebabkan pekerjaan ketabiban dilakukan secara paksa,hanya mementingkan kehidupan rohani dan keadaan jasmani diabaikan. Ajaran Hipocrates dijadikan dasar kebidanan dan selama berabad-abad pekerjaan melahirkan dianggap kotor,ditolong oleh dukun beranak. Pada abad ke-16 di Belanda dan jerman terdapat RS. Bersalin yg ditolong oleh dokter.
d. Perkembangan Uniform(Pakaian Seragam)Perawat
    Seragam perawat sekarang berasal dari kebiasaan orde agama di zaman pertengahan
3. PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN BARU(1500-1800M)
    a. Zaman Renaisance
        Renaisance yg berarti lahir kembali,dimana terjadi perubahan-perubahan yg luar biasa karena adanya :
1)      Penjajahan(eksplorasi)
      Adanya penjajahan maka didapatkan negeri-negeri baru oleh penjelajah-penjelajah yg terkenal spt.Colombus
2)    Kemajuan Kesusasteraan(kemajuan literatur)
      Oleh William dan Thomas More dalam bukunya “Utopia” yg menguraikan ttg RS.
3) Kemajuan Ilmu Ketabiban
     Munculnya org-org yg menyelidiki Ilmu ajaran Hipocrates ini,sehingga memiliki pandangan luas ttg ilmu pengobatan dan ketabiban ,seperti :
# Soranus : ahli dalam abstetri,gynaecologie dan pediatri
# Andreas Vesalius : pengarang buku anatomi
# Ambroise Pare(Tukang cukur) : ahli bedah
# Galen (bangsa Roma) :ahli bedah dan ramuan obat-obatan
# Paracelsus(bangsa Jerman) : penggunaan mercuri u/Sipilis
#Gabrielle Faloppy :menemukan tuba faloppi
# Antonie Van Leeuwenhoek : penemu Mikroskop
b. Zaman Reformasi
    Atau zaman pembaharuan,dipimpin oleh : Dr. Marthin Luther (Bangsa Jerman). Pergerakan dimulai  31 Okt.1517 menyebabkan perpecahan dari Agaman kristen dan timbul agama Kristen Protestan,akibatnya terjadi penghapusan organisasi keagamaan dimana reformasi ini diterima,selanjutnya RS diambil alih oleh sipil sehingga perawatan mengalami kemunduran karena keperawatan yg semula dikerjakan oleh orde-orde agama,kini digantikan oleh org-org suruhan yg tidak mengerti ttg perawatan
1)      Di Inggris.
      Pada akhir abad ke – 18 banyak didirikan RS,al : London Hospital(1740),George Hospital(1753). Hal ini bukan berarti suatu kemajuan,justru makin mundur karena perawatan dianggap pekerjaan pelayan biasa yg mendapat
Bayaran dan dikerjakan oleh bekas org sakit,penjaga pintu dan org-org yg rendah budinya,sehingga keburukan perawatan main memuncak. Keadaan di Inggris pd waktu itu disebut “Zaman Gelap dalam Perawatan”.
2) Di Perancis.
     Pada waktu itu raja Louis XII mengeluarkan peraturan agar semua RS diserahkan kepada sipil dan Pimpinan dipegang oleh satu omiten atau panitia,maka perawatan semakin mengalami kemunduran karena dikerjakan berdasarkan bayaran,dan memuncak saat  Revolusi Perancis meletus thn 1789.
3) Di Amerika Serikat
     Thn 1808 berdiri perkumpulan wanita yg bergerak dalam bidang sosial di bawah Pimpinan “Mother Elizabeth”
   4) Di Portugal
     Pada thn 1495 – 1550, berdiri perkumpulan laki-laki,bernama Brother of Mercy yg dipelopori oleh : Juan de Dios yang bergerak dalam lapangan Perawatan dan mencapai hasil yang baik.
5) Di Spanyol
     Di beberapa tempat didirikan RS untuk menyempurnakan perawatan,perawatan berjalan baik dan teratur. Raja Phillips II mengadakan beberapa perbaikan, misalnya RS harus mempunyai dokter yang cukup, setiap bangsal mempunyai peralatan yang lengkap dan cukup dan pusat perhatian kepada pasien. RS di Spanyol merupakan RS terbaik mengenai perawatannya pada saat itu
6) Di Roma
     Tahun 1590 terjadi wabah, oleh Gamillus mendirikan satu perkumpulan yg terdiri dari laki-laki yg melakukan perawatan di RS

4.    PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN MODERN/BARU (1800 M – SEKARANG)
Perkembangan perawatan saat itu dipeloporo oleh : Florence Nightingdale,yg dilahirkan di Florence italia, Tgl. 12 mei 1820. Florence mulai mengemukakan hasratnya untuk mempelajari perawatan pd usia 26 thn. Pengalaman merawat neneknya sampai meninggal dijadikan pengalamn dalam merawat org sakit. Ia berpendapat bahwa untuk menjalankan perawatan dgn baik harus mempunyai ilmu dan keterampilan.
Tahun 1850 ketika berusia 30 tahun Florence dengan tegas mengatakan bahwa ia harus segera memasuki bidang Perawatan,dan pada tahun 1851 berhasil mendapatkan praktek dalam bidang perawatan, ia lulus dengan hasil yang memuaskan. Pada tahun 1853 dia menduduki jabatan utama sebagai kepala pada suatu institut.
Tahun 1854-1856, Florence Nightingale bermohon untuk  menjadi tim perawatan guna menolong korban yg jatuh dan luka akibat peperangan.
Perubahan-perubahan yg dilakukan oleh Florence,antara lain :
-        Mengadakan tempat cucian dan menggerakkan isteri-isteri tentara untuk mencuci sendiri
-        Membuat 5 dapur untuk memasak makanan khusus atau diet bagi tentara yg sakit keras
-       Tentara-tentara yg luka telah mendapat perawatan yg baik
-       Melaporkan keadaan RS untuk diadakan perubahan
-       Menurunkan angka kematian dari 42% menjadi 2% selama 6 bulan.
Florence mencoba membentuk suatu organisasi perawatan yg terdiri dari 38 orang, yakni :
- 14 org perawat dari berbagai RS
- 8 org perawat dari Sister of Mercy
- 6 org perawat dari RS John
- 10 org perawat dari Roma katolik
Hambatan-hambatan yg dialami Florence,yakni :
-       Dokter John Hall mengkritik dan menuduh yg tdk benar pd Florence
-       Perawat-perawat pengikut John hall mengatakan Florence dan timnya tdk sabar dalam kesulitan-kesulitan
-       Tahun 1855 Florence jatuh sakit dan sangat lemah.
Thn 1856, Florence mempersiapkan untuk mendirikan sekolah perawat untuk meningkatkan mutu perawatan. Selain itu, Florence juga mengadakan perbaikan bagi kesehatan rakyat,seperti di India. Adapun usaha-usahanya adalah :
-          Mengadakan usaha kesehatan masyarakat
-          Memperbaiki tata cara perawatan di beberapa RS
-          Memperbaiki kesehatan rakyat India
        Florence aktif bekerja sampai usia 80 thn dan lambat laun kemampuan pendengaran dan penglihatan semakin berkurang sehingga ia selalu dikawal. Tahun 1907, ia dianugerahi bintang tertinggi di Inggris (bintang “order of merit”) sebagai tanda jasa. Florence meninggal, 13 Agust 1910 dengan meninggalkan nama harum di seluruh dunia, ia dimakamkan di “Hampshire”

B. Sejarah Keperawatan Islam

Masa sejarah perkembangan islam dalam keperawatan, tidak dapat dipisahkan dalam konteks perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya, dan negara-negara di timur tengah umumnya. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya.
1. Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)
2. Masa Setelah Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M).
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang “The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever” dan “A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility.” Di masa ini ada perawat diberi nama “Al Asiyah” dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.
3. Masa Late to Middle Ages (1000 – 1500 M)
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).
4. Masa Modern (1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2).
Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi.
Meskipun keperawatan masih baru sebagai profesi di Timur tengah, sebenarnya telah dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. Dimana mempengaruhi philosofi praktek, dan profesi keperawatan. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health care dan pembangunan RS di Arab Saudi, keperawatan menjadi lebih maju dan bukan hanya sekedar pekerjaan (job training) 7)
Setelah Rasulullah menyampaikan risalah Islam, banyak tokoh-tokoh Islam di bidang ilmu pengetahuan  lahir, pada saat itu Islam memegang peranan penting di semua bidang ilmu pengetahuan seperti Filsafat, Astronomi, Matematika dan bahkan di bidang kesehatan, untuk bidang kesehatan mereka adalah : Ibnu Qoyyim Al-Jauzy, Ibnu Sina ( Avicenna ), Abu bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi ( Ar-Razi ), Imam al Ghazali, Abu Raihan Muhammad Al-Biruni  dan tak ketinggalan untuk dunia keperawatan seorang tokoh muslimah yang ikut membantu rasul untuk mengobati kaum muslimin yang terluka salah satunya bernama RUFAIDAH BINTI SA’ AD Al- Asalmiya.
Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S.A.W, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. 1).(Elly Nurahmah, 2001). Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim (Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern, Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah, seorang perawat muslim (Jan, 1996). Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur Tengah 2) (Miller Rosser, 2006)
Banyak perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, mereka lebih mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris.
Sentuhan lembut penuh kemanusiaan menjadi penyemangat para mujahid yang teluka. Masa-masa peperangan di bawah kepemimpinan Rasulullah tak hanya melahirkan para lelaki Muslim yang tangguh. Tapi juga seorang mujahidah yang berada di tepi garis batas, Rufaidah binti Sa’ad.
Sosok Muslimah tersebut memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Pengabdiannya sangat besar saat Perang Badar, Uhud, dan Khandaq berkobar. Keahliannya di bidang ilmu keperawatan  membuat hatinya terpanggil sebagai sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang.
Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan yang amat membantu para mujahid saat perang. Semangat Rufaidah membuat Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
Keahlian Rufaidah menitis dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. Sedari kecil dia seringkali membantu merawat orang sakit. Rufaidah lahir di Madinah. Dia termasuk kaum Anshar, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Di saat Kota Madinah berkembang pesat, dia membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat dalam keadaan damai.
Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Kelompok ini mengambil peran penting dalam Perang Khibar. Mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut di garis belakang pertempuran serta merawat mujahid yang terluka.
Tercatat pula dalam sejarah saat Perang Khandaq, Sa’ad bin Mu’adz yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. Momen ini dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.
Kelembutan hati Rufaidah nyatanya tak terbendung. Dia juga menaruh perhatian terhadap aktivitas masyarakat. Dia memberikan perawatan layanan kesehatan kepada anak yatim dan penderita gangguan jiwa. Kepribadian yang luhurnya ditunjukkan dengan pengabdian serta layanan yang baik bagi kaum papa tersebut.
Menurut Prof D. Omar Hasan Kasule, Sr dalam studi “Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, Rufaidah adalah perawat profesional pertama di masa sejarah Islam.
Ia hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriyah/abad ke-8 Masehi. Kasule menggambarkannya sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah juga dikenal sebagai seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain.Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan.
Pengalaman klinisnya pun tak segan dia bagi pada perawat lain yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata. Namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah perawat dan pekerja sosial yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.
Rufaidah juga sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama di dunia Islam. Ia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan.
Dalam sejarah Islam tercatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti Ummu Ammara, Aminah binti Qays Al-Ghifariyat, Ummu Ayman, Safiyah, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Di masa sesudah Rufaidah, ada pula beberapa wanita Muslim yang terkenal sebagai perawat. Di antaranya Ku’ayibah, Aminah binti Abi Qays Al-Ghifari, Ummu Atiyah Al-Ansariyah, Nusaibah binti Ka’ab Al-Maziniyah, dan Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.
C. SEJARAH KEPERAWATAN BERBAGAI BANGSA DAN NEGARA
1. Mesir
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabibia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyaipengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan.Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuatkurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
a. Babylon dan syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telahdiketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satutulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahuicara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant padamuka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan ataupengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.
b. Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene. Dibawahpimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadapkebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologizaman sekarang, misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkansuatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakityang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
c. India
Bangsa India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agamaBrahmana, disamping memuja dan meminta pertolongan kepada dewa(dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di India telah terdapat RSkhususnya di Utara saat pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS dimanasebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan
c. Tiongkok
Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranyagonorhoea dan syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SMilmu urut dan psikoterapi. Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :
1. Seng Lung Dikenal sebagai “Bapak Pengobatan, yang ahlipenyakit dalam dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhandan mineral (garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat,Dengar, Tanya, Rasa.
2. Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavementdengan menggunakan bamboo.
F. Yunani
Bangsa Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa yang terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri dan dewa yang bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah perkataan higyene. Untuk pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang juga berfungsi sebagai pengobatan orang sakit dan perawatan dikerjakan oleh para budak-budak. Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain:
Hippocrates (hidup ± 400 SM) à bapak pengobatan dengan jasa :
Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
Penyakit bukan karena setan, melainkan rusaknya undang-undang alam
Mengembangkan tehnik pemeriksaan badan
Mengajarkan tentang makanan si sakit
Menganjurkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan
Mengajarkan tentang semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, , bertanggung jawab terhadap si sakit yang menjadi sumpah hypocrates
Plato. Ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran
Aristoteles. Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat
G. Roma
Rumah sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di swiss ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex : pisau, pincet, klem arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM). Seorang wali Negara yang pertama-tama mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan.
H. Irlandia
Pengetahuan tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit, Seorang putri raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit untuk orang-orang miskin yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh à rumah kesusahan
I. Amerika
Rumah sakit sederhana telah didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika Utara, sedang RS yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521 oleh cortez dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno



D. SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA
     Sejarah keperawatan di Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yaitu : Zaman VOC, Zaman penjajahan Belanda dan masa kemerdekaan atau masa pemerintahan negara kesatuan republik Indonesia.
     Alasan sejarah keperawatan dimulai pada zaman VOC karena bentuk-bentuk pelayanan formal terhadap orang sakit yg mirip dengan “Perawatan” nampaknya baru dimulai pada zaman VOC.
      Perawatan yg dilakukan berdasarkan mother instinct atau yg dilakukan oleh orang-orang pintar dibarengi dengan kepercayaan atau agama, hingga kini  masih kita lihat sisa-sisanya, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari informasi dan kemajuan teknologi bidang pelayanan kesehatan.
  1. ZAMAN VOC (1602-1799)
      RS Baru disebut pada zaman ini, sementara keperawatan belum disebut-sebut karena orang sakit yang dirawat cukup dilayani oleh “penjaga orang sakit”.
       Menurut catatan sebuah almanak Belanda abad 19 bahwa VOC telah mendirikan sebuah RS pada tahun 1670 di daerah Glodok kota (suatu wilayah di DKI sekarang) dan di batavia.
       RS ini memperoleh tenaga dokter yang berada dalam pengawasan dokter dari dinas tentara Belanda dan tenaga perawat diambil dari laki-laki pribumi yang di didik sebagai pekerja magang yang tugasnya membantu orang sakit yang dirawat (penjaga orang sakit). Saat itu belum menceriterakan struktur RS , sistem penggajian dan sistem pengangkatan (reqruitment) tenaga keperawatan.
VOC dibubarkan pada tahun 1799 dan digantikan oleh pemerintahan HINDIA BELANDA.
2. ZAMAN PENJAJAHAN
     a. Zaman Penjajahan bangsa Belanda I tahun 1799-1811
         Pada zaman ini didirikan RS baru,namun pelayanan kesehatan/keperawatan tidak banyak perkembangan. Saat itu dikenal pelayanan RS untuk masyarakat umum dan pelayanan RS untuk militer. usaha pemerintahan Belandadibidang kesehatan adalah :
- Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta padatahun 1799
Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
- Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herdsdients)
- Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherdsdienst)
      b. Zaman penjajahan bangsa Inggris tahun 1811.
           Ada beberapa kemajuan dalam bidang pelayanan kesehatan,misalnya dilakukannya perbaikan kesmas,  perbaikan perawatan jiwa, pemberian vaksin cacar dan perhatian pada rumah tahanan. Zaman penjajahan Inggris, Gubernur jendral Rafles sangatmemperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia.Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
1. Pencacaran secara umum
2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan

       c. Zaman Penjajahan Bangsa Belanda II tahun 1811-1941
          RS Stant Meband di batavia, tepatnya di Glodok didirikan tahun 1819 dan melaksanakan pendidikan “Perawat” 1819
        d. Zaman Penjajahan Jepang tahun 1941 – 1945
             Pemerintahan yg relatif pendek tidak banyak berbuat untuk kemajuan, bahkan sebaliknya, segala obat dan bahan makanan yg ada diperuntukkan bagi kepentingan perang.
3. ZAMAN PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA
     a. Periode Awal Kemerdekaan sampai tahun 1952.
          Segerah setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya, maka segera pula menguasai seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk kegiatan pelayanan di RS. Namun kondisi RS yang demikian parah ketika itu akibat ulah penjajahan Jepang sehingga pelayanan tidak banyak berubah.
Sampai dgn tahun 1951,  jenis tenaga perawat yg ada,yakni :
1)      “Perawat”
       Ada beberapa jenis perawat yang diklasifikasikan berdasarkan Ijazah yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan tambahan :
      a) Dasar pendidikan umum MULO + 3 tahun pendidikan.
          Lulusannya ada 2 jenis Ijazah,yakni Ijazah A adalah perawat umum dan Ijazah B adalah perawat jiwa. Selain itu ada lagi dengan dasar pendidikan umum SR (SD) + 4 tahun pendidikan perawat, lulusannya disebut Mantri Djuru Rawat, dengan 2 jenis Ijazah yaitu Ijazah A1 dan B1
      b) Perawat yang diakui mempunyai pengalaman kebidanan
2) “Bidan”
Menerima murid dari MULO,Mantri Djurur Rawat Perempuan + pendidikan 3 thn dan lulus dgn Ijazah C
3) “Laboran”
yakni tenaga teknis Laboratorium klinik. Tenaga ini diperoleh dari pelatihan dan pendalaman ttg laboratorium klinik terhadap Mantri Djuru Rawat laki-laki.
     Untuk memenuhi tenaga perawat yang dirasakan masih kurang maka pada tahun 1952 pemerintah membuka pendidikan “Pembantu Perawat” yang menerima SR (SD) dan Pembantu Org Sakit (POS) dgn pengalaman kerja 5 tahun, lama pendidikan 5 tahun
b. Periode tahun 1953-1983
Pada tahun ini dibuka  pendidikan perawat dengan dasar pendidikan SMP, lama pendidikan 3 tahun, pelaksanaannya dibawah manajemen RS. Satu-satunya Sekolah perawat yg berdiri sendiri di luar RS adalah sekolah perawat di Jln. Eyckman bandung
Dengan dibukanya  pendidikan perawat di berbagai tempat,maka timbul kebutuhan guru perawat. Untuk memenuhi kebutuhan guru perawat, maka pemerintah membuka  pendidikan guru perawat dan pendidikan guru bidan, muridnya adalah perawat-perawat senior, lama pendidikan 1 tahun, tempatnya di Jln. Pajajaran bandung, selanjutnya dibuka Sekolah Guru Perawat Kesehatan Masyarakat(SGPKM) di tempat yg sama.
Pada tahun 1955, nama SGPKM diubah menjadi Pendidikan Kesehatan masyarakat(PKM), ketiganya berlangsung hingga tahun 1975.
Pada thn 1966, SGP ,SGBid dan PKM telah berstatus Akademi dibawah naungan Depkes. Mahasiswanya status Tubel yg berasal dari seluruh indonesia
KEADAAN TENAGA KEPERAWATAN THN.1956
          JENIS TENAGA
     JUMLAH KEBUTUHAN
    JUMLAH YANG ADA
Perawat(lulusan SPR)
                5250
                100
MJR(Mantri Juru Rawat)
             20,000
               5.000
POS(Pembantu Org sakit
             10.000
             52.000
PK(Perawat Kesehatan)
             15.000

Juru Kesehatan
             42.000

Pada tahun 1962 semakin dirasakan perlunya perawat yang lebih bermutu dan untuk itu diperlukan pendidikan yang lebih tinggi. Ide ini diterima oleh pemerintah dan pada tanggal 10 November 1962 lahirlah pendidikan keperawatan tingkat akademi yang hanya menerima lulusan SMA, yakni Akper Depkes di Jln. Kimia No.17 dan milik yayasan Carolus di Jln.Salemba menyatu dengan RS Carolus.
Baru pada tahun ajaran 1979/1980, lahir Akper Depkes Palembang, Akper Depkes bandung, Akper Depkes Ujung pandang(di Banta-Bantaeng), bertahan hingga tahun 1985, dan pada tahun 1986 baru menyusul beberapa Akper di kota lain dengan kepemilikan yang beragam, disamping pendidikan SPR/SPK pun tetap berlangsung, meskipun telah dikeluarkan Sistem Kesehatan nasional(SKN) tahun1982 bahwa pendidikan dasar umum tenaga kesehatan adalah SMA.
Pada tahun 1970 terdapat 64 jenis tenaga kesehatan diluar dokter dan dokter gigi, 24 diantaranya adalah Keperawatan dan kebidanan.
Tahun 1982 dibentuk kelompok keperawatan Oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) yang anggotanya : perawat senior baik dari instansi Pemerintah maupun swasta untuk memikirkan tentang arah keperawatan dan bagaimana pendidikan keperawatan dimasa depan. Disusunlah kesepakatan Kelompok yang di sumberi dan dibimbing oleh : Prof.Dr.dr.H.Ma’rifin Husin dan dilokakaryakan di Hotel Wisata jakarta pada Bulan januari 1983, dihadiri oleh Unsur-unsur Pusdiknakes Depkes, Depdikbud,Sekjen dan PPNI. Lokakarya ini melahirkan beberapa kesepakatan tentang keperawatan. Hasilnya, mulai tahun 1983 ini diakui bahwa keperawatan adalah Profesi dan perawat adalah tenaga profesional dgn pendidikan tinggi sebagai persyaratan utama.
Tahun 1983 merupakan awal pembaharuan profesi Keperawatan di Indonesia
Satu tahun kemudian (1984) kurikulum DIII Keperawatan disyahkan oleh Depdikbud dan merupakan kurikulum pertama pendidikan tenaga Keperawatan maupun tenaga Kesehatan lainnya yang selama ini dikelola oleh Depkes yg sifatnya nasional.
c. Periode tahun 1983 – Sekarang
Pada tahun 1985, kurikulum S1 Keperawatan Disyahkan dan lahirlah pendidikan Keperawatan tingkat sarjana di UI, dan pada tahun Ajaran 1986/1987 merupakan program studi yang berada di FK-UI. Tahun-tahun Berikutnya dibentuk lagi Kelompok Spesialisasi, kelompok Pascasarjana, dan kelompok DIV perawat pendidik.
Banyak hal yang telah dilakukan, seperti menyusun standar keperawatan Thn 1995, Model keperawatan di indonesia tahun 1997.
Pada bulan september 1992, kelompok keperawatan bekerjasama dengan Pusdiknakes BKKBN melakukan pengembangan kurikulum DIII keperawatan. Tahun 1993 – 1995 Kelompok Dua satu / Kelompok DIII Keperawatan Yang bekerjasama dengan BKKBN dan Depkes telah melaksanakan pelatihan dan supervisi penerapan kurikulum DIII Keperawatn di berbagai institusi di seluruh Provinsi yang telah menyelenggarakan DIII Keperawatan.
Pada bulan Februari 1996, Kelompok Keperawatan mengadakan lokakarya nasional yg melibatkan Pusdiknakes, Institusi pedidikan, RS dan Puskesmas serta organisasi profesi, IBI, IDI di Hotel Kemang jaksel. Dalam lokakarya ini direkomendasikan untuk mengingatkan kembali kepada pemerintah bahwa tenaga keperawatan adalah tenaga profesional sehingga pendidkannya harus berada pada tingkat pendidikan tinggi, dan meminta kepada. Pusdiknakes untuk tidak menerima lagi siswa SPK pada tahun ajaran 1996/1997
Pada tahun1997, Kelompok Keperawatan kembali membentuk kelompok kecil yang dinamakan Kelompok DIV, bertugas menyusun kurikulum DIV perawat pendidik. Pada tahun ajaran 1997/1998 telah dibuka DIV perawat pendidik di UGM, UNDIP, UNHAS dan USU. Recananya pendidikan ini hanya akan dibuka satu atau dua tahun karena untuk mengejar kebutuhan tenaga pengajar pada DIII Keperawatan. Namun akhirnya sampai tahun1999/2000 masih dibuka. Selanjutnya dibuka PSIK di beberapa Universitas, termasuk di Unhas.
Pada tahun 1999, Program Pascasarjana mulai dibuka untuk jurusan manajemen Keperawatan Selanjutnya Kelompok Keperawatan Melakukan revisi kurikulum S1 Keperawatan dan menyususn Kurikulum Ners  dan disyahkan penggunaannya pda thn.1998 .

Source :