Sejarah keperawatan adalah pengetahuan
yg menggambarkan perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan dalam bidang
keperawatan . Sejak zaman dahulu sampai zaman sekarang.
Keperawatan
lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia
perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka
semakin berkembang keperawatan. Perkembangan dipengaruhi oleh Perawatan dan pengobatan zaman purba. Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun demikian
mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau
mengobati. Pekerjaan “merawat” dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri
binatang à “mother instinct” (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam
yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah.
Perawatan dan pengobatan secara praktis telah dilakukan oleh orang-orang
primitive, misalnya : Merawat dan mengobati luka-luka, Menurunkan panas dengan
memberikan air minum yang banyak atau perawatannya dengan menggunakan air
(kompres), Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam, Menhentikan
pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas, Pemakaian tumbuh-tumbuhan
sebagai pengobatan penyakit.
A.
SEJARAH KEPERAWATAN DI DUNIA
Pada zaman Purbakala pekerjaan
keperawatan dianggap suatu pekerjaan yg biasa,tapi saat sekarang keperawatan
bukanlah suatu pekerjaan yg dapat dilakukan begitu saja,tetapi memerlukan suatu
keahlian dan keprofesionalan (perawat itu adalah profesional).
Sejarah Keperawatan yg ada di dunia
terbagi dalam empat zaman :
- Zaman Purbakala : 5000 SM – 476 M
- Zaman pertengahan : 476 M – 500 M
- Zaman Batu : 1600 M – 1800 M
4. Zaman Modern : 1800 M – Sekarang
1. SEJARAH KEPERAWATAN ZAMAN
PURBAKALA(5000 SM-476 M)
Keperawatan dan pengobatan pada
zaman ini disebut keperawatan dan
pengobatan zaman primitif. Pekerjaan keperawatn pada zaman ini berdasarkan pada
Mother Instinc (naluri keibuan),pengobatan dan perawatan dilaksanakan hanya
berdasarkan instinct atau naluri saja,sama sekali tidak berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang
profesional.
Perawatan yg berdasarkan naluri
keibuan dilakukan secara alami yang hanya berfokus pd jenis pemeliharaan .
Contoh :
- seorang wanita secara naluri melaksanakan
perawatan pada anaknya yang baru lahir dan dapat melindungi dengan
sebaik-baiknya.
- seorang wanita dapat memberikan pertolongan
pada wanita yang akan melahirkan bayinya hanya berdasarkan naluri keibuannya
saja tidak berdasarkan teori tetang
menolong persalinan,
Pekerjaan perawatan pada zaman
ini(primitif) diserakan pada wanita-wanita di rumah dan tidak ada perbedaan
antara tindakan perawatan dan tindakan pengobatan,sedangkan pada masa sekarang
ini terdapat batas yang tegas antara kedua profesi tersebut.
Selanjutnya perawatan yang berdasarkan naluri keibuan meningkat menjadi
perawatan secara praktis. Ini disebabkan karena semakin banyaknya orang-orang
yg mendapat kecelakaan dan menderita penyakit yg perlu mendapatkan perawatan.
Pd waktu itu org telah mengenal beberapa tindakan keperawatan seperti,bila ada
org terjatuh maka dilakukan tindakan : pengurutan atau massage,diberikan
kompres hangat bila org sakit perut,kompres dingin bila org mengalami peningkatan suhu badan dan
minum banyak, dan sebelum minuman itu diberikan terlebih dahulu dibacakan
mantera-mantera.
Pd zaman primitif ini berdasarkan
pengalaman ,mereka dpt menghentikan perdarahan luka dg batu yg panas atau dpt
membuka abses dg batu-batu yg tajam.
Pd zaman ini telah dikenal pula istilah
pengobatan secara transmigrasi(pengobatan secara pemindahan),mis : seorg wanita
yg sulit melahirkan,maka dianjurkan untuk memakai ikat pinggang dari ibu yg
mudah sewaktu melahirkan,maksudnya agar ibu yg akan melahirkan mendapat
kemudahan yg sama seperti yg dialami oleh ibu tadi.
Ada lagi yg disebut pengobatan dan
perawatan secara “galemien”,yaitu menggunakan daun-daunan untuk mengusit setan
atau roh-roh halus atau setan-setan.
Pada waktu itu org-org menganut
agama atau kepercayaan yg pertama,yakni “Animisme”,yg berasal dari bahasa latin
“Anima”berarti roh atau arwah dan “Isme”yg berarti alirah atau kepercayaan.
Animisme yg berarti perawatan berdasarkan agama atau kepercayaan terhadap
kekuatan alam yg dianggap spiritual.
Pada waktu itu or g beranggapan bahwa
pohon,air dan angin topan mempunayi kekuatan gaib. Matahari,bulan dan bintang
adalah sesuatu yg berjiwa dan berkuasa dan kepadanya merekaucapkan rasa
syukur,mereka membawa sesajian untuk meminta perlindungan dari mara bahaya atau
sebagai tanda terima kasih karena sembuh dari penyakit.
Kemudian org-org percaya bahwa org
sakit karena kemurkaan dewa-dewa,maka ia harus dipuja,disembah,org sakit dibawa
ke Kuil yg dianggap sebagai RS yg pertama.
a.
Zaman kerajaan Babilonia(Raja Hamurabi)
Ilmu pengetahuan ttg anatomi dan obat-obat ramuan sejak 680 SM,telah
mengetahui cara menahan darah yg keluar dari hidung dan cara merawat jerawat pd
muka. Mereka menyembah dewa sebagai dewa org sakit,yakni : Orisis,Isis dan
Serapis (Dewa matahari).
b.
Zaman Kerajaan Herbrow Kuno
Dia percaya pada Dewa
“Yahweh”,disampaikannya dalam perjanjian lama,masyarakat meyakini bahwa
kemalangan dan penyakit merupakan kemurkaan Tuhan. Salah satu ajaran agama
mereka dianjurkan agar merawat org sakit seperti merawat saudara sendiri,dan
merupakan suatu keharusan untuk memberi bantuan,memperbanyak kunjungan pd
org-org sakit dan yg memerlukan pertolongan.
Pada saat itu mereka telah mengenal
prinsip dan pelaksanaan hygiene dan sanitasi.Mereka telah berpikir bagaimana
cara mencegah penyakit menular,yakni dg membakar pakaian si penderita,membakar
rumah yg menderita penyakit menular tsb. Atau dengan menyikat barang-barang
serta ruangan yg pernah digunakan oleh penderita.
Tindakan keperawatan dikerjakan di kuil
oleh seorang tabib yg disebut “Physician” yg merupakan dokter pertama bagi
bangsa Mesir. Perawatan juga dikerjakan oleh budak laki-laki dan wanita pd
bangunan yg menyerupai RS.
Ilmu ketabiban,terutama ilmu bedah
telah diketahui oleh bangsa mesir sejak zaman Purba(4800 SM),para tabib
menggunakan Bidai(spalk),alat-alat pembalut,telah mengetahui anatomi dan
fisiologi.
Ilmu obat-obatan juga telah
diketahui oleh bangsa mesir sejak 14 abad SM. Pada kitab Papyrus memuat 700
macam resep obat-obatan yg berasal dari tumbuh-tumbuhan,binatang dan
meneral(garam-garaman).
c. Penyembuhan Penyakit Di China
Sebelum tahun 2000 SM,di Tiongkok
dikenal adanya pembedahan mayat (sectio mayat) dan mempelajari ttg peredaran
darah yg ditekankan pd keadaab denyut nadi. Mereka juga telah melakukan
pemeriksaan pd pasien dg cara : melihat
(inspeksi),mendengar(auskultasi),meraba(palpasi) dan mengetuk(perkusi). Untuk
mengatasi demam yakni dengan sistim mandi,massage atau mengurut.
Pd 2800 thn SM,seorang yg bernama Seng
Lung ,beliau dikenal sebagai bapak pengobatan telah menggunakan obat dari
tumbuh-tumbuhan,misalnya : lumut laut yg mengandung
Yodium digunakan untuk obat
gondok,sayuran berwarna untuk penambah darah.
Kemajuan kesehatan di Tiongkok
mengalami hambatan karena adanya kepercayaan bahwa org sakit itu karena
kemasukan setan,sehingga org sehat takut menjamah si sakit jangan sampai ia pun
kemasukan setan.
2. SEJARAH KEP.ZAMAN PERTENGAHAN
(476 M – 1500 M)
a. Pengaruh Perang Salib terhadap Perawatan.
Akibat peperangan menyebabkan banyak
kesulitan yang dialami,seperti : kelaparan,bermacam-macam penyakit dan luka
akibat pertempuran,maka didirikan RS untuk t4
perawatan. Perawatan saat itu dilakukan oleh orde-orde agama dan para
rohaniawan. Ada beberapa organisasi yg terbentuk saat itu dan mendirikan
RS,seperti di Yerusalem, di Palestina.
Tahun 1370 berdiri organisasi
“lazaris” yg bertujuan untuk menolong dan merawat penderita Lepre,RSnya disebut
“Lazaret”,Pimpinannya adalah seorang bangsawan mantan penderita Lepra.
Organisasi ini bubar setelah Eropa dinyatakan bebas dari Lepra.
Perkembangan kep.yg terjadi adalah P3K
yg berdasarkan kesosialan dan kewajiban agama,orang-orangnya adalah :
1) Fransiscus dari italia
Jasa-jasanya : berbaur dg pasien Lepra yg hidupnya diasingkan,mendorong
org lain masuk ke dalam klp sosial, pengikutnya adalah “clara”,mendirikan
organisasi yg pengikutnya berjanji untuk hidup sengsara demi kepentingan org
sakit. Setelah fransiscus wafat di usia 44 thn,maka usahanya dilanjutkan oleh
“clara”
2) Elizabeth dari Hongaria.
Jasa-jasanya merawat penderita kusta di rumah sendiri, mendirikan
RS,antara lain :
a)
RS. Santa Ana untuk umum
b)
RS. Reinhart untuk penderita Kusta
yg tdk bisa sembuh
b. RS. YG Penting Pada Zaman
Pertengahan
1)
Hotel Dieu di Lion
Didirikan
oleh Clovis dan merupakan RS lengkap dan terbesar di Prancis,berkapasitas 500
penderita dg 100 tempat tidur,memiliki bangsal isolasi dan susunan organisasi
RS yg lengkap
2)
Hotel Dieu diParis
Bekerja berdasarkan kesosialan
3)
RS. Bartholomeus di London
Berdiri tahun 1123,mula-mula
hanya merawat org miskin, kemudian untuk umum yg dilakukan oleh anggota
perawatan umum dan disinilah Florence Nightingale memulai kariernya memperbaiki
perawatan.
c. Pengobatan Zaman Pertengahan
Mengalami kemunduran disebabkan pekerjaan ketabiban dilakukan secara
paksa,hanya mementingkan kehidupan rohani dan keadaan jasmani diabaikan. Ajaran
Hipocrates dijadikan dasar kebidanan dan selama berabad-abad pekerjaan
melahirkan dianggap kotor,ditolong oleh dukun beranak. Pada abad ke-16 di
Belanda dan jerman terdapat RS. Bersalin yg ditolong oleh dokter.
d. Perkembangan Uniform(Pakaian
Seragam)Perawat
Seragam perawat sekarang berasal dari kebiasaan orde agama di zaman
pertengahan
3. PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN
BARU(1500-1800M)
a. Zaman Renaisance
Renaisance yg berarti lahir
kembali,dimana terjadi perubahan-perubahan yg luar biasa karena adanya :
1)
Penjajahan(eksplorasi)
Adanya penjajahan maka didapatkan negeri-negeri baru oleh
penjelajah-penjelajah yg terkenal spt.Colombus
2)
Kemajuan Kesusasteraan(kemajuan
literatur)
Oleh William dan Thomas More dalam bukunya “Utopia” yg menguraikan ttg
RS.
3) Kemajuan Ilmu Ketabiban
Munculnya org-org yg menyelidiki Ilmu ajaran Hipocrates ini,sehingga
memiliki pandangan luas ttg ilmu pengobatan dan ketabiban ,seperti :
# Soranus : ahli dalam
abstetri,gynaecologie dan pediatri
# Andreas Vesalius : pengarang buku
anatomi
# Ambroise Pare(Tukang cukur) : ahli
bedah
# Galen (bangsa Roma) :ahli bedah
dan ramuan obat-obatan
# Paracelsus(bangsa Jerman) :
penggunaan mercuri u/Sipilis
#Gabrielle Faloppy :menemukan tuba
faloppi
# Antonie Van Leeuwenhoek : penemu
Mikroskop
b. Zaman Reformasi
Atau zaman pembaharuan,dipimpin oleh : Dr. Marthin Luther (Bangsa
Jerman). Pergerakan dimulai 31 Okt.1517
menyebabkan perpecahan dari Agaman kristen dan timbul agama Kristen
Protestan,akibatnya terjadi penghapusan organisasi keagamaan dimana reformasi
ini diterima,selanjutnya RS diambil alih oleh sipil sehingga perawatan
mengalami kemunduran karena keperawatan yg semula dikerjakan oleh orde-orde
agama,kini digantikan oleh org-org suruhan yg tidak mengerti ttg perawatan
1)
Di Inggris.
Pada akhir abad ke – 18 banyak didirikan RS,al : London
Hospital(1740),George Hospital(1753). Hal ini bukan berarti suatu
kemajuan,justru makin mundur karena perawatan dianggap pekerjaan pelayan biasa
yg mendapat
Bayaran dan dikerjakan oleh bekas
org sakit,penjaga pintu dan org-org yg rendah budinya,sehingga keburukan
perawatan main memuncak. Keadaan di Inggris pd waktu itu disebut “Zaman Gelap
dalam Perawatan”.
2) Di Perancis.
Pada waktu itu raja Louis XII mengeluarkan peraturan agar semua RS
diserahkan kepada sipil dan Pimpinan dipegang oleh satu omiten atau
panitia,maka perawatan semakin mengalami kemunduran karena dikerjakan
berdasarkan bayaran,dan memuncak saat
Revolusi Perancis meletus thn 1789.
3) Di Amerika Serikat
Thn 1808 berdiri perkumpulan wanita yg bergerak dalam bidang sosial di
bawah Pimpinan “Mother Elizabeth”
4) Di Portugal
Pada thn 1495 – 1550, berdiri perkumpulan laki-laki,bernama Brother of
Mercy yg dipelopori oleh : Juan de Dios yang bergerak dalam lapangan Perawatan
dan mencapai hasil yang baik.
5) Di Spanyol
Di beberapa tempat didirikan RS untuk menyempurnakan perawatan,perawatan
berjalan baik dan teratur. Raja Phillips II mengadakan beberapa perbaikan, misalnya
RS harus mempunyai dokter yang cukup, setiap bangsal mempunyai peralatan yang
lengkap dan cukup dan pusat perhatian kepada pasien. RS di Spanyol merupakan RS
terbaik mengenai perawatannya pada saat itu
6) Di Roma
Tahun 1590 terjadi wabah, oleh Gamillus mendirikan satu perkumpulan yg
terdiri dari laki-laki yg melakukan perawatan di RS
4.
PERKEMBANGAN
PERAWATAN ZAMAN MODERN/BARU (1800 M – SEKARANG)
Perkembangan
perawatan saat itu dipeloporo oleh : Florence Nightingdale,yg dilahirkan di
Florence italia, Tgl. 12 mei 1820. Florence mulai mengemukakan hasratnya untuk
mempelajari perawatan pd usia 26 thn. Pengalaman merawat neneknya sampai
meninggal dijadikan pengalamn dalam merawat org sakit. Ia berpendapat bahwa
untuk menjalankan perawatan dgn baik harus mempunyai ilmu dan keterampilan.
Tahun
1850 ketika berusia 30 tahun Florence dengan tegas mengatakan bahwa ia harus
segera memasuki bidang Perawatan,dan pada tahun 1851 berhasil mendapatkan
praktek dalam bidang perawatan, ia lulus dengan hasil yang memuaskan. Pada
tahun 1853 dia menduduki jabatan utama sebagai kepala pada suatu institut.
Tahun
1854-1856, Florence Nightingale bermohon untuk
menjadi tim perawatan guna menolong korban yg jatuh dan luka akibat
peperangan.
Perubahan-perubahan yg dilakukan
oleh Florence,antara lain :
- Mengadakan tempat cucian dan menggerakkan
isteri-isteri tentara untuk mencuci sendiri
- Membuat 5 dapur untuk memasak makanan khusus
atau diet bagi tentara yg sakit keras
- Tentara-tentara yg luka telah
mendapat perawatan yg baik
- Melaporkan keadaan RS untuk diadakan
perubahan
- Menurunkan angka kematian dari 42%
menjadi 2% selama 6 bulan.
Florence mencoba membentuk suatu
organisasi perawatan yg terdiri dari 38 orang, yakni :
- 14 org perawat dari berbagai RS
- 8 org perawat dari Sister of Mercy
- 6 org perawat dari RS John
- 10
org perawat dari Roma katolik
Hambatan-hambatan yg dialami
Florence,yakni :
- Dokter John Hall mengkritik dan
menuduh yg tdk benar pd Florence
- Perawat-perawat pengikut John hall
mengatakan Florence dan timnya tdk sabar dalam kesulitan-kesulitan
- Tahun 1855 Florence jatuh sakit dan
sangat lemah.
Thn 1856, Florence mempersiapkan
untuk mendirikan sekolah perawat untuk meningkatkan mutu perawatan. Selain itu,
Florence juga mengadakan perbaikan bagi kesehatan rakyat,seperti di India.
Adapun usaha-usahanya adalah :
-
Mengadakan usaha kesehatan masyarakat
-
Memperbaiki tata cara perawatan di beberapa RS
-
Memperbaiki kesehatan rakyat India
Florence aktif bekerja sampai usia 80
thn dan lambat laun kemampuan pendengaran dan penglihatan semakin berkurang
sehingga ia selalu dikawal. Tahun 1907, ia dianugerahi bintang tertinggi di
Inggris (bintang “order of merit”) sebagai tanda jasa. Florence meninggal, 13
Agust 1910 dengan meninggalkan nama harum di seluruh dunia, ia dimakamkan di
“Hampshire”
B. Sejarah Keperawatan Islam
Masa sejarah
perkembangan islam dalam keperawatan, tidak dapat dipisahkan dalam konteks
perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya, dan negara-negara di timur
tengah umumnya. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan
keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya.
1. Masa
penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)
2. Masa Setelah
Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M).
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang “The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever” dan “A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility.” Di masa ini ada perawat diberi nama “Al Asiyah” dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang “The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever” dan “A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility.” Di masa ini ada perawat diberi nama “Al Asiyah” dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.
3. Masa Late to
Middle Ages (1000 – 1500 M)
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).
4. Masa Modern
(1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2).
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2).
Dimasa ini ada
seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat
bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali
ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab
Saudi.
Meskipun
keperawatan masih baru sebagai profesi di Timur tengah, sebenarnya telah
dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. Dimana mempengaruhi philosofi praktek, dan
profesi keperawatan. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health
care dan pembangunan RS di Arab Saudi, keperawatan menjadi lebih maju dan bukan
hanya sekedar pekerjaan (job training) 7)
Setelah
Rasulullah menyampaikan risalah Islam, banyak tokoh-tokoh Islam di bidang ilmu
pengetahuan lahir, pada saat itu Islam memegang peranan penting di semua
bidang ilmu pengetahuan seperti Filsafat, Astronomi, Matematika dan bahkan di
bidang kesehatan, untuk bidang kesehatan mereka adalah : Ibnu Qoyyim Al-Jauzy,
Ibnu Sina ( Avicenna ), Abu bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi ( Ar-Razi ), Imam al
Ghazali, Abu Raihan Muhammad Al-Biruni dan tak ketinggalan untuk dunia
keperawatan seorang tokoh muslimah yang ikut membantu rasul untuk mengobati
kaum muslimin yang terluka salah satunya bernama RUFAIDAH BINTI SA’ AD Al-
Asalmiya.
Kegiatan
pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim
pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S.A.W, yang selalu
berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan
apakah kliennya kaya atau miskin. 1).(Elly Nurahmah, 2001). Ada pula yang
mengenal sebagai Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam
beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang memulai
praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim
(Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara sejarah perawat di Eropa
dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern,
Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah, seorang perawat
muslim (Jan, 1996). Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal
diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya
di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur
Tengah 2) (Miller Rosser, 2006)
Banyak
perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, mereka lebih
mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence
Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris.
Sentuhan lembut
penuh kemanusiaan menjadi penyemangat para mujahid yang teluka. Masa-masa
peperangan di bawah kepemimpinan Rasulullah tak hanya melahirkan para lelaki
Muslim yang tangguh. Tapi juga seorang mujahidah yang berada di tepi garis
batas, Rufaidah binti Sa’ad.
Sosok Muslimah tersebut memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Pengabdiannya sangat besar saat Perang Badar, Uhud, dan Khandaq berkobar. Keahliannya di bidang ilmu keperawatan membuat hatinya terpanggil sebagai sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang.
Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan yang amat membantu para mujahid saat perang. Semangat Rufaidah membuat Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
Keahlian Rufaidah menitis dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. Sedari kecil dia seringkali membantu merawat orang sakit. Rufaidah lahir di Madinah. Dia termasuk kaum Anshar, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Di saat Kota Madinah berkembang pesat, dia membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat dalam keadaan damai.
Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Kelompok ini mengambil peran penting dalam Perang Khibar. Mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut di garis belakang pertempuran serta merawat mujahid yang terluka.
Tercatat pula dalam sejarah saat Perang Khandaq, Sa’ad bin Mu’adz yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. Momen ini dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.
Kelembutan hati Rufaidah nyatanya tak terbendung. Dia juga menaruh perhatian terhadap aktivitas masyarakat. Dia memberikan perawatan layanan kesehatan kepada anak yatim dan penderita gangguan jiwa. Kepribadian yang luhurnya ditunjukkan dengan pengabdian serta layanan yang baik bagi kaum papa tersebut.
Menurut Prof D. Omar Hasan Kasule, Sr dalam studi “Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, Rufaidah adalah perawat profesional pertama di masa sejarah Islam.
Sosok Muslimah tersebut memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Pengabdiannya sangat besar saat Perang Badar, Uhud, dan Khandaq berkobar. Keahliannya di bidang ilmu keperawatan membuat hatinya terpanggil sebagai sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang.
Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan yang amat membantu para mujahid saat perang. Semangat Rufaidah membuat Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
Keahlian Rufaidah menitis dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. Sedari kecil dia seringkali membantu merawat orang sakit. Rufaidah lahir di Madinah. Dia termasuk kaum Anshar, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Di saat Kota Madinah berkembang pesat, dia membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat dalam keadaan damai.
Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Kelompok ini mengambil peran penting dalam Perang Khibar. Mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut di garis belakang pertempuran serta merawat mujahid yang terluka.
Tercatat pula dalam sejarah saat Perang Khandaq, Sa’ad bin Mu’adz yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. Momen ini dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.
Kelembutan hati Rufaidah nyatanya tak terbendung. Dia juga menaruh perhatian terhadap aktivitas masyarakat. Dia memberikan perawatan layanan kesehatan kepada anak yatim dan penderita gangguan jiwa. Kepribadian yang luhurnya ditunjukkan dengan pengabdian serta layanan yang baik bagi kaum papa tersebut.
Menurut Prof D. Omar Hasan Kasule, Sr dalam studi “Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, Rufaidah adalah perawat profesional pertama di masa sejarah Islam.
Ia hidup di
masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriyah/abad ke-8 Masehi. Kasule
menggambarkannya sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah
juga dikenal sebagai seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan
memotivasi orang lain.Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang
terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti.
Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau
penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan.
Pengalaman
klinisnya pun tak segan dia bagi pada perawat lain yang dilatih dan bekerja
dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal
semata. Namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial
yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah
perawat dan pekerja sosial yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia
Islam.
Rufaidah juga
sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama di dunia Islam. Ia
juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit dan menyebarkan
pentingnya penyuluhan kesehatan.
Dalam sejarah
Islam tercatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti Ummu Ammara,
Aminah binti Qays Al-Ghifariyat, Ummu Ayman, Safiyah, Ummu Sulaiman, dan
Hindun. Di masa sesudah Rufaidah, ada pula beberapa wanita Muslim yang terkenal
sebagai perawat. Di antaranya Ku’ayibah, Aminah binti Abi Qays Al-Ghifari, Ummu
Atiyah Al-Ansariyah, Nusaibah binti Ka’ab Al-Maziniyah, dan Zainab dari kaum
Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.
C. SEJARAH KEPERAWATAN BERBAGAI
BANGSA DAN NEGARA
1.
Mesir
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabibia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyaipengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan.Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuatkurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
a. Babylon dan syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telahdiketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satutulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahuicara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant padamuka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan ataupengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.
b. Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene. Dibawahpimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadapkebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologizaman sekarang, misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkansuatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakityang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
c. India
Bangsa India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agamaBrahmana, disamping memuja dan meminta pertolongan kepada dewa(dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di India telah terdapat RSkhususnya di Utara saat pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS dimanasebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan
c. Tiongkok
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabibia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyaipengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan.Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuatkurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
a. Babylon dan syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telahdiketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satutulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahuicara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant padamuka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan ataupengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.
b. Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene. Dibawahpimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadapkebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologizaman sekarang, misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkansuatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakityang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
c. India
Bangsa India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agamaBrahmana, disamping memuja dan meminta pertolongan kepada dewa(dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di India telah terdapat RSkhususnya di Utara saat pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS dimanasebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan
c. Tiongkok
Bangsa
Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranyagonorhoea dan syphilis.
Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SMilmu urut dan psikoterapi.
Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :
1. Seng Lung Dikenal sebagai “Bapak Pengobatan, yang ahlipenyakit dalam dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhandan mineral (garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat,Dengar, Tanya, Rasa.
2. Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavementdengan menggunakan bamboo.
F. Yunani
Bangsa Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa yang terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri dan dewa yang bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah perkataan higyene. Untuk pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang juga berfungsi sebagai pengobatan orang sakit dan perawatan dikerjakan oleh para budak-budak. Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain:
1. Seng Lung Dikenal sebagai “Bapak Pengobatan, yang ahlipenyakit dalam dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhandan mineral (garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat,Dengar, Tanya, Rasa.
2. Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavementdengan menggunakan bamboo.
F. Yunani
Bangsa Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa yang terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri dan dewa yang bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah perkataan higyene. Untuk pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang juga berfungsi sebagai pengobatan orang sakit dan perawatan dikerjakan oleh para budak-budak. Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain:
Hippocrates
(hidup ± 400 SM) à bapak pengobatan dengan jasa :
Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
Penyakit bukan karena setan, melainkan rusaknya undang-undang alam
Mengembangkan tehnik pemeriksaan badan
Mengajarkan tentang makanan si sakit
Menganjurkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan
Mengajarkan tentang semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, , bertanggung jawab terhadap si sakit yang menjadi sumpah hypocrates
Plato. Ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran
Aristoteles. Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat
G. Roma
Rumah sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di swiss ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex : pisau, pincet, klem arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM). Seorang wali Negara yang pertama-tama mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan.
Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
Penyakit bukan karena setan, melainkan rusaknya undang-undang alam
Mengembangkan tehnik pemeriksaan badan
Mengajarkan tentang makanan si sakit
Menganjurkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan
Mengajarkan tentang semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, , bertanggung jawab terhadap si sakit yang menjadi sumpah hypocrates
Plato. Ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran
Aristoteles. Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat
G. Roma
Rumah sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di swiss ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex : pisau, pincet, klem arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM). Seorang wali Negara yang pertama-tama mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan.
H.
Irlandia
Pengetahuan tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit, Seorang putri raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit untuk orang-orang miskin yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh à rumah kesusahan
Pengetahuan tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit, Seorang putri raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit untuk orang-orang miskin yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh à rumah kesusahan
I.
Amerika
Rumah sakit sederhana telah didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika Utara, sedang RS yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521 oleh cortez dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno
Rumah sakit sederhana telah didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika Utara, sedang RS yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521 oleh cortez dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno
D.
SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA
Sejarah keperawatan di Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yaitu :
Zaman VOC, Zaman penjajahan Belanda dan masa kemerdekaan atau masa pemerintahan
negara kesatuan republik Indonesia.
Alasan sejarah keperawatan dimulai pada zaman VOC karena bentuk-bentuk
pelayanan formal terhadap orang sakit yg mirip dengan “Perawatan” nampaknya
baru dimulai pada zaman VOC.
Perawatan yg dilakukan berdasarkan mother instinct atau yg dilakukan
oleh orang-orang pintar dibarengi dengan kepercayaan atau agama, hingga
kini masih kita lihat sisa-sisanya, khususnya
di daerah-daerah yang jauh dari informasi dan kemajuan teknologi bidang
pelayanan kesehatan.
- ZAMAN VOC (1602-1799)
RS Baru disebut pada zaman ini, sementara keperawatan belum
disebut-sebut karena orang sakit yang dirawat cukup dilayani oleh “penjaga orang
sakit”.
Menurut catatan sebuah almanak Belanda
abad 19 bahwa VOC telah mendirikan sebuah RS pada tahun 1670 di daerah Glodok
kota (suatu wilayah di DKI sekarang) dan di batavia.
RS ini memperoleh tenaga dokter yang
berada dalam pengawasan dokter dari dinas tentara Belanda dan tenaga perawat
diambil dari laki-laki pribumi yang di didik sebagai pekerja magang yang
tugasnya membantu orang sakit yang dirawat (penjaga orang sakit). Saat itu
belum menceriterakan struktur RS , sistem penggajian dan sistem pengangkatan
(reqruitment) tenaga keperawatan.
VOC dibubarkan pada tahun 1799 dan
digantikan oleh pemerintahan HINDIA BELANDA.
2.
ZAMAN PENJAJAHAN
a. Zaman Penjajahan bangsa Belanda I tahun 1799-1811
Pada zaman ini didirikan RS baru,namun
pelayanan kesehatan/keperawatan tidak banyak perkembangan. Saat itu dikenal
pelayanan RS untuk masyarakat umum dan pelayanan RS untuk militer. usaha
pemerintahan Belandadibidang kesehatan adalah :
- Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta padatahun 1799
Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
- Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herdsdients)
- Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherdsdienst)
- Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta padatahun 1799
Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
- Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herdsdients)
- Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherdsdienst)
b. Zaman penjajahan bangsa Inggris tahun 1811.
Ada beberapa kemajuan dalam bidang
pelayanan kesehatan,misalnya dilakukannya perbaikan kesmas, perbaikan perawatan jiwa, pemberian vaksin
cacar dan perhatian pada rumah tahanan. Zaman penjajahan Inggris, Gubernur
jendral Rafles sangatmemperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik
manusia.Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
1. Pencacaran secara umum
2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
1. Pencacaran secara umum
2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
c. Zaman Penjajahan Bangsa Belanda II tahun
1811-1941
RS Stant Meband di batavia, tepatnya
di Glodok didirikan tahun 1819 dan melaksanakan pendidikan “Perawat” 1819
d. Zaman Penjajahan Jepang tahun
1941 – 1945
Pemerintahan yg relatif pendek
tidak banyak berbuat untuk kemajuan, bahkan sebaliknya, segala obat dan bahan makanan
yg ada diperuntukkan bagi kepentingan perang.
3.
ZAMAN PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA
a. Periode Awal Kemerdekaan sampai tahun 1952.
Segerah setelah Indonesia
memproklamasikan kemerdekaanya, maka segera pula menguasai seluruh kegiatan
pemerintahan, termasuk kegiatan pelayanan di RS. Namun kondisi RS yang demikian
parah ketika itu akibat ulah penjajahan Jepang sehingga pelayanan tidak banyak
berubah.
Sampai dgn tahun 1951, jenis tenaga perawat yg ada,yakni :
1)
“Perawat”
Ada beberapa jenis perawat yang
diklasifikasikan berdasarkan Ijazah yang diperoleh dari pendidikan dan
pelatihan tambahan :
a) Dasar pendidikan umum MULO + 3 tahun pendidikan.
Lulusannya ada 2 jenis Ijazah,yakni
Ijazah A adalah perawat umum dan Ijazah B adalah perawat jiwa. Selain itu ada
lagi dengan dasar pendidikan umum SR (SD) + 4 tahun pendidikan perawat, lulusannya
disebut Mantri Djuru Rawat, dengan 2 jenis Ijazah yaitu Ijazah A1 dan B1
b) Perawat yang diakui mempunyai pengalaman kebidanan
2) “Bidan”
Menerima
murid dari MULO,Mantri Djurur Rawat Perempuan + pendidikan 3 thn dan lulus dgn
Ijazah C
3) “Laboran”
yakni
tenaga teknis Laboratorium klinik. Tenaga ini diperoleh dari pelatihan dan
pendalaman ttg laboratorium klinik terhadap Mantri Djuru Rawat laki-laki.
Untuk memenuhi tenaga perawat yang dirasakan masih kurang maka pada tahun
1952 pemerintah membuka pendidikan “Pembantu Perawat” yang menerima SR (SD) dan
Pembantu Org Sakit (POS) dgn pengalaman kerja 5 tahun, lama pendidikan 5 tahun
b. Periode tahun 1953-1983
Pada
tahun ini dibuka pendidikan perawat dengan
dasar pendidikan SMP, lama pendidikan 3 tahun, pelaksanaannya dibawah manajemen
RS. Satu-satunya Sekolah perawat yg berdiri sendiri di luar RS adalah sekolah
perawat di Jln. Eyckman bandung
Dengan
dibukanya pendidikan perawat di berbagai
tempat,maka timbul kebutuhan guru perawat. Untuk memenuhi kebutuhan guru
perawat, maka pemerintah membuka
pendidikan guru perawat dan pendidikan guru bidan, muridnya adalah
perawat-perawat senior, lama pendidikan 1 tahun, tempatnya di Jln. Pajajaran
bandung, selanjutnya dibuka Sekolah Guru Perawat Kesehatan Masyarakat(SGPKM) di
tempat yg sama.
Pada
tahun 1955, nama SGPKM diubah menjadi Pendidikan Kesehatan masyarakat(PKM), ketiganya
berlangsung hingga tahun 1975.
Pada
thn 1966, SGP ,SGBid dan PKM telah berstatus Akademi dibawah naungan Depkes.
Mahasiswanya status Tubel yg berasal dari seluruh indonesia
KEADAAN TENAGA KEPERAWATAN THN.1956
JENIS TENAGA
|
JUMLAH KEBUTUHAN
|
JUMLAH YANG ADA
|
Perawat(lulusan SPR)
|
5250
|
100
|
MJR(Mantri Juru Rawat)
|
20,000
|
5.000
|
POS(Pembantu Org sakit
|
10.000
|
52.000
|
PK(Perawat Kesehatan)
|
15.000
|
|
Juru Kesehatan
|
42.000
|
Pada
tahun 1962 semakin dirasakan perlunya perawat yang lebih bermutu dan untuk itu
diperlukan pendidikan yang lebih tinggi. Ide ini diterima oleh pemerintah dan
pada tanggal 10 November 1962 lahirlah pendidikan keperawatan tingkat akademi yang
hanya menerima lulusan SMA, yakni Akper Depkes di Jln. Kimia No.17 dan milik
yayasan Carolus di Jln.Salemba menyatu dengan RS Carolus.
Baru
pada tahun ajaran 1979/1980, lahir Akper Depkes Palembang, Akper Depkes bandung,
Akper Depkes Ujung pandang(di Banta-Bantaeng), bertahan hingga tahun 1985, dan
pada tahun 1986 baru menyusul beberapa Akper di kota lain dengan kepemilikan yang
beragam, disamping pendidikan SPR/SPK pun tetap berlangsung, meskipun telah
dikeluarkan Sistem Kesehatan nasional(SKN) tahun1982 bahwa pendidikan dasar
umum tenaga kesehatan adalah SMA.
Pada
tahun 1970 terdapat 64 jenis tenaga kesehatan diluar dokter dan dokter gigi, 24
diantaranya adalah Keperawatan dan kebidanan.
Tahun
1982 dibentuk kelompok keperawatan Oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional
Indonesia) yang anggotanya : perawat senior baik dari instansi Pemerintah
maupun swasta untuk memikirkan tentang arah keperawatan dan bagaimana
pendidikan keperawatan dimasa depan. Disusunlah kesepakatan Kelompok yang di
sumberi dan dibimbing oleh : Prof.Dr.dr.H.Ma’rifin Husin dan dilokakaryakan di
Hotel Wisata jakarta pada Bulan januari 1983, dihadiri oleh Unsur-unsur
Pusdiknakes Depkes, Depdikbud,Sekjen dan PPNI. Lokakarya ini melahirkan
beberapa kesepakatan tentang keperawatan. Hasilnya, mulai tahun 1983 ini diakui
bahwa keperawatan adalah Profesi dan perawat adalah tenaga profesional dgn
pendidikan tinggi sebagai persyaratan utama.
Tahun
1983 merupakan awal pembaharuan profesi Keperawatan di Indonesia
Satu tahun kemudian (1984) kurikulum
DIII Keperawatan disyahkan oleh Depdikbud dan merupakan kurikulum pertama
pendidikan tenaga Keperawatan maupun tenaga Kesehatan lainnya yang selama ini
dikelola oleh Depkes yg sifatnya nasional.
c. Periode tahun 1983 – Sekarang
Pada
tahun 1985, kurikulum S1 Keperawatan Disyahkan dan lahirlah pendidikan
Keperawatan tingkat sarjana di UI, dan pada tahun Ajaran 1986/1987 merupakan
program studi yang berada di FK-UI. Tahun-tahun Berikutnya dibentuk lagi
Kelompok Spesialisasi, kelompok Pascasarjana, dan kelompok DIV perawat
pendidik.
Banyak
hal yang telah dilakukan, seperti menyusun standar keperawatan Thn 1995, Model
keperawatan di indonesia tahun 1997.
Pada
bulan september 1992, kelompok keperawatan bekerjasama dengan Pusdiknakes BKKBN
melakukan pengembangan kurikulum DIII keperawatan. Tahun 1993 – 1995 Kelompok
Dua satu / Kelompok DIII Keperawatan Yang bekerjasama dengan BKKBN dan Depkes
telah melaksanakan pelatihan dan supervisi penerapan kurikulum DIII Keperawatn
di berbagai institusi di seluruh Provinsi yang telah menyelenggarakan DIII
Keperawatan.
Pada
bulan Februari 1996, Kelompok Keperawatan mengadakan lokakarya nasional yg
melibatkan Pusdiknakes, Institusi pedidikan, RS dan Puskesmas serta organisasi
profesi, IBI, IDI di Hotel Kemang jaksel. Dalam lokakarya ini direkomendasikan
untuk mengingatkan kembali kepada pemerintah bahwa tenaga keperawatan adalah
tenaga profesional sehingga pendidkannya harus berada pada tingkat pendidikan
tinggi, dan meminta kepada. Pusdiknakes untuk tidak menerima lagi siswa SPK
pada tahun ajaran 1996/1997
Pada
tahun1997, Kelompok Keperawatan kembali membentuk kelompok kecil yang dinamakan
Kelompok DIV, bertugas menyusun kurikulum DIV perawat pendidik. Pada tahun
ajaran 1997/1998 telah dibuka DIV perawat pendidik di UGM, UNDIP, UNHAS dan
USU. Recananya pendidikan ini hanya akan dibuka satu atau dua tahun karena
untuk mengejar kebutuhan tenaga pengajar pada DIII Keperawatan. Namun akhirnya
sampai tahun1999/2000 masih dibuka. Selanjutnya dibuka PSIK di beberapa Universitas,
termasuk di Unhas.
Pada
tahun 1999, Program Pascasarjana mulai dibuka untuk jurusan manajemen
Keperawatan Selanjutnya Kelompok Keperawatan Melakukan revisi kurikulum S1
Keperawatan dan menyususn Kurikulum Ners
dan disyahkan penggunaannya pda thn.1998 .
Source :